Aktivitas pembangunan dan renovasi rumah Anda memakan waktu yang cukup lama, mulai dari aktivitas perencanaan, pemilihan kontraktor, pelaksanaan pembangunan, pengecekan pekerjaan kontraktor, hingga proses serah terima kembali.
Dalam tiap-tiap tahap ini sangat rentan terjadi perbedaan pendapat dan perbedaan persepsi yang berujung pada konflik. Untuk menangani konflik yang mungkin terjadi, kami menyarankan kepada pemilik untuk :
Memiliki histori tertulis atas pertemuan rutin dengan kontraktor dan arsitek sebagai dasar tertulis semua hal yang telah disepakati, diputuskan dan dijalankan secara bersama-sama.
Memiliki gambar denah awal, denah perubahan, dan ketidak sesuaiannya sehingga semua pihak mengetahui titik masalahnya jika terjadi ketidaksesuaian.
Memiliki standar kualitas tentang hasil pekerjaan yang tertulis sehingga memiliki acuan yang sama, antara Anda sebagai pemilik rumah dengan kontraktor yang mengerjakan.
Simpan dokumentasi gambar, rekaman atau salinan pembicaraan yang tertulis tentang perubahan-perubahan yang terjadi di lapangan. Sehingga mengurangi mispersepsi dan miskomunikasi di lapangan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan selama pembangunan adalah kemajuan yang signifikan terhadap proyek. Segala macam perubahan, penundaan, keterlambatan dan pembengkokan pasti berdampak negatif terhadap kenyamanan pemilik rumah. Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut, kami menyarankan pemilik rumah untuk melakukan pengawasan berkala terhadap proyek. Apakah Proyek tersebut sudah berjalan sesuai dengan hal-hal sebagai berikut :
Kesesuaian Pekerjaan
Bandingkanlah kemajuan proses pekerjaan dengan denah yang telah disepakati bersama. Untuk memudahkan anda, kami PT Duta Bangun Cipta selalu menyediakan salinan dari denah kesepakatan yang ditempel di dinding proyek.
Perubahan Pekerjaan
Apabila terjadi Perubahan Pekerjaan, anda harus mengetahui dengan pasti aspek perubahan dan dampaknya terhadap proses Keseluruhan Pembangunan baik dari segi kualitas, waktu, dan biaya.
Kami PT Duta Bangun Cipta selalu menyampaikan dengan jelas di awal tentang besarnya perubahan biaya dan waktu yang mungkin timbul setiap terjadi perubahan pekerjaan.
Penggunaan Material
Pastikan material yang digunakan di lapangan sudah sesuai spesifikasinya dengan kesepakatan awal dan anggaran biaya yang ditetapkan sebelumnya.
Kami PT Duta Bangun Cipta akan memberikan kelengkapan gambar dan contoh material yang akan kami gunakan sebelum melakukan pekerjaan di lapangan.
Kualitas Pekerjaan
Pemasangan pipa dan instalasi listrik cukup membuat pusing. Pastikan anda selaku Pemilik Rumah memeriksa & menginspeksi pengerjaan pemipaan & instalasi di rumah anda Sebelum Proses Serah Terima dengan Kontraktor
Kami PT Duta Bangun Cipta selalu cermat melakukan bermacam-macam pengujian aspek yang vital sifatnya. Baik itu uji random, uji nyala, uji tekanan dan juga akan kami sajikan lengkap beserta dokumentasinya untuk memastikan keseluruhan instalasi tersebut berfungsi dengan baik pada waktu serah terima dengan pemilik.
Komunikasi
Proses pembangunan rumah tinggal ini bukan proses yang dilakukan oleh satu orang saja, melainkan keseluruhan team yang terdiri dari bermacam-macam orang, spesialisasi, dan durasi waktu pengerjaan yang berbeda-beda. Pastikan anda selalu menjaga komunikasi & koordinasi dengan team Pembangunan rumah anda agar tidak ada miskomunikasi dan mispersepsi yang merugikan anda.
Kami PT Duta Bangun Cipta selalu melakukan pertemuan mingguan berkala dengan pemilik dan vendor kami untuk memastikan kemajuan proyek berjalan seperti yang telah disepakati.
Setelah Anda menyelesaikan semua detail-detail perencanaan di awal, kini Anda siap untuk memasuki fase berikutnya yaitu pemilihan kontraktor. Beberapa faktor yang mungkin bisa Anda pertimbangkan dalam memilih kontraktor antara Iain
Kontraktor dapat dengan mudah dihubungi dan responsif terhadap pertanyaan Anda
Cari tahu seberapa lama (histori) kontraktor tersebut telah beroperasi di bidang konstruksi
Minta rekomendasi dari teman, keluarga, atau kenalan yang pernah menggunakan jasa kontraktor tersebut
Perhatikan portofolio proyek-proyek yang telah mereka selesaikan. Apakah portofolionya sesuai dengan kebutuhan anda?
Pastikan kontroktor memiliki lisensi dan izin yang berlaku secara nyata
Pastikan kontraktor dapat menjelaskan secara jelas tentang rencana kerja, jadwal, dan biaya yong akan dikeluarkan
Bandingkan penawaran dari beberapa kontraktor untuk mendapatkan harga terbaik
Tanyakan tentang garansi untuk pekerjaan yang telah selesai.
Proses yang sama pentingnya namun sering terlewatkan adalah proses perizinan dan persetujuan tetangga. Dalam memulai aktivitas pembangunan perlu diawali dengan pengurusan perizinan. Beberapa kelengkapan yang perlu disiapkan oleh pemilik rumah antara lain :
•Dokumen bukti kepemilikan surat tanah dan KTP
•Gambar perencanaan arsitektur seperti denah, tampak dan potongan
•Gambar perencanaan struktur dan dokumen perhitungan struktur
•Gambar perencanaan pondasi dan hasil pengetesan tanah untuk lampiran perhitungan pondasi
•Gambar perencanaan instalasi air bersih dan air kotor beserta letak pipa saluran kotor, septic tank dan sumur resapan
Dalam proses perizinan, terdapat beberapa langkah yang perlu untuk dilakukan. Dimulai dengan melaporkan ke pihak otoritas setempat untuk mendapatkan rekomendasi, umumnya langkah lengkapnya sebagai berikut :
•Rekomendasi berupa surat tidak keberatan dari tetangga
•Persetujuan dari RT/RW setempat akan aktivitas pembangunan
•Pengurusan Izin ke pemerintah kota dengan melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan.
Anda mungkin akan bertanya-tanya, apa yang dilakukan oleh teman-teman anda, kenalan anda, dan para pemilik rumah di luar sana yang melakukan renovasi rumah mereka ?
Yang terpenting adalah mereka akan melakukan analisa skala prioritas. Dalam perencanaan desain rumah tinggal, sangat penting untuk membedakan antara keinginan (wants) dan kebutuhan (needs). Keinginan adalah hal-hal yang umumnya bersifat estetika atau kenyamanan tambahan yang menyesuaikan user, sedangkan kebutuhan adalah hal-hal yang benar-benar diperlukan untuk fungsi dasar sebuah rumah terhadap user
Case Study
Salah satu klien kami, sebut saja Pak Arif dan Bu Ani, sudah lama merasa rumahnya terasa sempit dan kurang nyaman. Anak-anak mereka sudah beranjak remaja dan membutuhkan ruang pribadi yang lebih besar. Setelah berdiskusi panjang, Pak Arif memutuskan untuk merenovasi rumahnya. Pak Arif dan Bu Ani mulai membuat daftar mengenai apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka inginkan dari rumah baru mereka.
Setelah membuat rincian daftar kebutuhan dan keinginan, Pak Arif dan Bu Ani mulai membuat daftar prioritas mereka. Mereka menyadari bahwa kolam renang dan ruang kerja pribadi bisa ditunda, sementara penambahan kamar tidur dan perbaikan dapur terlihat sebagai prioritas utama. Lalu mereka bersama kami membuat anggaran (budget) untuk perencanaan. Setelah menginspeksi keadaan lahan, ternyata lahan yang hendak mereka bangun tidak cukup untuk mengakomodir segala keinginan. Sehingga mereka memangkas dan mengerucutkan daftar prioritas menjadi:
Kamar tidur yang lebih besar untuk anak-anak
Ruang keluarga yang lebih luas untuk berkumpul & bersantai
Ruang keluarga yang lebih luas untuk bersantai
Dapur yang lebih fungsional dengan ruang makan yang cukup
Sistem keamanan yang lebih baik
Ruang olahraga untuk Bu Ani
Taman yang asri di depan rumah
Pencahayaan yang lebih baik di seluruh ruangan
Perubahan skala prioritas ini dipertimbangkan dan disepakati bersama sehingga seluruh anggota keluarga puas dengan keputusan tersebut sehingga proses perencanaan berikutnya jauh lebih sederhana.
Selanjutnya mereka kemudian berkonsultasi dengan seorang Arsitek. Peranan Arsitek membantu mereka membuat desain rumah yang sesuai dengan anggaran dan memenuhi kebutuhan serta keinginan mereka. Arsitek juga memberikan beberapa saran mengenai tata letak ruangan, pemilihan material, dan sistem pencahayaan yang optimal.
Anda juga bisa menghubungi kami untuk jasa arsitek dan perencanaan, dimana kami telah membantu puluhan klien kami untuk membantu sejak konsep, perencanaan hingga pelaksanaan dan penyelesaian proses renovasi rumah mereka.
Akhir-akhir ini, kita akrab mendengar istilah-istilah unik dalam gaya desain rumah seperti "Minimalis,AmericanStyle,danKlasik." Setiap gaya desain menawarkan keunikan yang mencerminkan kepribadian pemiliknya. Dengan pilihan tersebut, mari kita eksplorasi dan temukan gaya desain yang tepat untuk menyesuaikan gaya desain impian yang Anda butuhkan.
Desain Minimalis
Desain minimalis menekankan kesederhanaan, bentuk geometris, dan fungsionalitas.
Luas Lahan : pada penerapannya cocok dengan lahan yang kecil dan ringkas, namun pada perkembangannya saat ini, dapat diterapkan pada berbagai ukuran tanah yang dimiliki.
Ornamen : Menghindari ornamen yang tidak memiliki fungsi sehingga cenderung memiliki corak yang konsisten.
Warna Dinding : Dominan menuju warna netral, sederhana, ramah dan nyaman di mata.
Interior : Fokus terhadap kebutuhan esensial dan furnitur yang praktis.
Desain American Style
Luas Lahan : Biasanya memerlukan lahan yang lebih luas untuk mengakomodasi elemen-elemen khas seperti veranda.
Ornamen : Lebih banyak ornamen dan detail, termasuk penggunaan kayu dan batu alam.
Warna Dinding : Lebih beragam, termasuk warna-warna hangat dan memiliki penampilan kualitas tinggi.
Interior : Lebih ramai dan menggabungkan gaya tradisional dengan kenyamanan modern.
Desain Klasik
Seperti namanya, konsep Desain Klasik memiliki banyak ornamen, ukiran yang detail, dan elemen dekoratif yang lebih banyak.
Luas Lahan : Idealnya membutuhkan ruang lega, tetapi kini bisa disesuaikan dengan berbagai ukuran tanah.
Ornamen : Menonjolkan ornamen yang sifatnya kaya dan elegan.
Warna Dinding : Memiliki kombinasi warna yang beragam, termasuk warna-warna cerah yang lumayan kontras.
Interior : Lebih ramai dan penuh detail.
"Dalam merencanakan renovasi, diperlukan pemilihan mitra kerjasama dengan tepat. Yakni mitra yang mampu mengerahkan kebutuhan terbaik Anda, pengelolaan proyek dengan lancar, dan memperhatikan kualitas kerja"
Jasa Bangun Rumah - Memiliki rumah sendiri tentu menjadi salah satu kebutuhan yang terpenting bagi setiap orang apalagi bagi mereka yang telah berkeluarga. Mengapa penting?, karena Memiliki rumah sendiri bagi yang telah berkeluarga menjadi suatu kebanggaan tersendiri, karena di rumahnya sendiri mereka bisa bebas berekpresi mendesain, memilih dan mengatur bentuk dan kondisi yang akan mereka tempati agar nyaman dan juga tentram.
Pada saat keinginan untuk memiliki rumah sendiri untuk ditinggali bersama keluarga biasanya dihadapkan dalam 2 pilihan untuk bisa mewujudkannya. Ada beberapa aspek yang mempengaruhi adanya 2 pilihan dalam mewujudkan rumah impian diantaranya aspek budget/ harga rumah murah saat ini, aspek desain rumah murah, aspek lokasi rumah strategis, dan aspek-aspek lainnya.
Tentunya adanya 2 pilihan ini membuat kalian yang punya rencana membeli rumah menjadi bimbang karena kalian juga harus mempertimbangkan beberapa aspek. Dari 2 pilihan tersebut, kira-kira pilih mana yaaa, Beli rumah KPR atau Bangun rumah sendiri...??.
Sebelum kita bahas lebih dalam, kalian harus tahu dulu, apa pertimbangan yang paling mendasar untuk memilih Beli rumah KPR atau bangun rumah sendiri yaitu aspek seberapa banyak budget anda untuk membeli rumah. Apa pengaruhnya? Jadi ada yang pernah mengatakan kalau anda punya budget lebih untuk beli rumah, lebih baik bangun rumah impian anda sendiri, karena membangun rumah itu lebih baik daripada membeli rumah KPR siap huni. sebab dengan membangun rumah sendiri, anda berkesempatan langsung untuk mendesain rumah impian anda sesuka hati sesuai keinginan anda. Dengan bantuan Kontraktor Jasa Bangun Rumah, anda bisa mewujudkan Rumah Impian anda.
Tapi pilihan membeli rumah KPR siap huni juga bukan pilihan yang buruk. karena membeli rumah KPR siap huni menjadi salah satu peluang memiliki rumah dengan budget yang bisa di sesuaikan. Bahkan untuk waktu nya juga lebih cepat apalagi untuk yang sudah siap huni, bisa langsung ditempati. Lalu untuk pilihan desain rumah nya bagaimana? Jangan khawatir pilihan desain rumah yang ditawarkan juga beragam tergantung dari developer yang anda pilih.
Untuk membantu menjawab kelebihan dan kekurangan dari beli rumah KPR atau bangun rumah sendiri, disini akan kami ulas selengkapnya..!!
Kontraktor (biasanya dikenal sebagai Jasa Pemborong) merupakan salah satu badan usaha yang disewa untuk bekerja sama dalam menjalankan suatu proyek pekerjaan.
Adapun kerjasama yang terjadi dalam suatu proyek biasanya bekerja sesuai dengan kontrak dari owner (pemilik) proyek. Adapun kontrak kerja samanya bisa berasal dari suatu instansi, badan usaha lainnya, badan hukum atau bisa dari perorangan yang mana dalam kontrak kerja samanya di sertai dengan SPK penunjukan dan target proyek yang disepakati kedua belah pihak.
Inilah beberapa jenis-jenis nya yaitu Jenis Sipil, Jenis Arsitektural, Jenis MEP , Jenis Mechanical Electrical Plumbing), Jenis Tata Lingkungan. Masing-masing jenis dijalankan sesuai bidang keahlian yang dimiliki.
Selain itu ada juga “Subkontraktor” yaitu jenis kontraktor spesialis pada kontraktor utama seperti
Subkontraktor pembesian, Subkontraktor listrik, Subkontraktor aluminium, Subkontraktor pengecoran, Subkontraktor pemancangan. Masing-masing jenis subkontraktor diatas memiliki tugas dan tanggungjawab tersendiri.
Dalam membangun sebuah bangunan tentunya salah satu hal awal yang akan dilakukan dalam dunia konstruksi adalah membangun PONDASI, Apa itu Pondasi? Pondasi merupakan sesuatu bagian paling awal dilakukan saat memulai membangun bangunan, dikarenakan pondasi terletak di bagian paling bawah yang langsung berhubungan dengan tanah struktur bangunan, yang artinya Pondasi berperan penting dalam menopang beban bangunan yang akan dibangun diatasnya. Ada beberapa macam jenis pondasi, yang mana setiap jenis pondasi ini didesain khusus dengan mempertimbangkan daya dukung beban yang akan ditopang, diantaranya beban geser akibat gaya tekan tanah, beban geser akibat gaya angin pada dinding, beban dari bangunan itu sendiri, beban orang, gaya gempa, momen, gaya angkat air dan torsi.
Umumnya Jenis Pondasi di bedakan menjadi 2 (dua), yaitu
PONDASI DANGKAL
Pondasi Dangkal atau juga yang disebut Pondasi Langsung, pondasi yang mendukung beban secara langsung yang biasanya dibuat dengan kondisi tanah dengan kedalaman tidak lebih 3 meter atau 1/3 dari lebar alas pondasi atau digunakan untuk pondasi yang memiliki kedalaman 0,8 – 1 meter Namun penggunaan Jenis Pondasi Dangkal ini sangat tidak disarankan untuk penggunaan pada jenis tanah yang memiliki kepadatan yang kurang stabil/ buruk seperti tanah gambut / tanah bekas rawa.
Adapun Jenis Pondasi Dangkal diantaranya
>> Pondasi Rollag Bata merupakan pondasi penahan beban bangunan.
Namun belakangan ini pondasi rollag bata mulai jarang digunakan karena harganya yang mahal, waktu pemasangan juga lama dan kualitasnya tidak bisa terjamin. Sehingga jenis pondasi ini biasanya digunakan untuk pondasi dengan beban yang ringan seperti teras
>> Pondasi Batu Kali, salah satu jenis pondasi yang sering digunakan untuk membangun rumah, mengapa?, karena pondasi jenis ini kuat dan murah. Jenis pondasi batu kali memiliki bentuk trapesium dengan ketinggian 60-80cm, lebar bawah 60-80cm dan lebar pondasi atas 25-30cm.
Selain material yang digunakan adalah batu kali, material membuat pondasi ini juga bisa menggunakan beton dengan tipe beton K-250 sampai K-300 sebab memiliki kualitas yang baik.
>> Pondasi Plat Beton Lajur, salah satu jenis pondasi dangkal yang terbilang paling kuat, hal ini dikarenakan pondasi plat beton lajur dibuat menggunakan beton bertulang secara keseluruhan. Dengan lebar 70cm, biaya penggunaan pondasi ini juga lebih murah dari pondasi batu kali.
>> Pondasi Sumuran atau yang disebut cyclob beton yang memiliki diameter 60-80 cm dan kedalaman 1-2 meter. Di bagian dalamnya diisi dengan cor beton setelah itu dicampur dengan batu kali dan diberi besi di bagian atasnya. Pondasi sumuran sayangnya kurang populer karena membutuhkan banyak adukan beton dan ukuran untuk sloot-nya harus besar.
PONDASI DALAM
Jenis Pondasi ini merupakan Jenis Pondasi yang biasanya dibuat dengan kondisi didirikan permukaan tanah dengan kedalaman tertentu, yang mana daya dukung dipengaruhi oleh beban struktural dan kondisi permukaan tanah.Pondasi ini biasanya dipasang pada kedalaman lebih dari 3 m di bawah elevasi permukaan tanah. Adapun Jenis Pondasi Dalam yaitu Pondasi Sumuran, Pondasi Bored Pile, Pondasi Tiang Pancang